Kesempatan luar biasa datang di penghujung April 2026. Saya berkesempatan untuk terbang ke Bali, tepatnya ke SLBN 1 Buleleng (berlokasi di Jl. Yudistira Selatan No.16, Singaraja, Kab. Buleleng), untuk mengikuti kegiatan “Games for Inclusion”. Acara ini merupakan kolaborasi luar biasa yang diinisiasi oleh ALkademi Foundation dan AGATE Academy, dengan dukungan penuh dari Telkom Indonesia, laptop Axioo, serta Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Fokus utama dari kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (27-28 April 2026) ini adalah memberikan up-skilling terkait teknologi game dan AI untuk teman-teman siswa dengan disabilitas pendengaran (tunarungu). Terus terang, ini adalah pengalaman pertama kalinya saya mengajar dan melaksanakan event secara langsung di Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan peserta tunarungu.

Rangkaian Acara Dua Hari
Kegiatan ini dibagi menjadi dua hari yang sangat padat dan bermanfaat. Pada hari pertama (27 April), acara diisi dengan pemaparan materi luar biasa yang disampaikan oleh Kak Karina Dewanti Shafwan. Sesi ini membuka wawasan para siswa tentang industri game dan peluang yang ada di dalamnya.
Memasuki hari kedua (28 April), giliran saya yang mengambil peran sebagai mentor. Saya membawakan materi teknis tentang bagaimana merancang dan membuat game arcade sederhana menggunakan platform Makecode Arcade.

Tidak hanya itu, saya juga membagikan materi dasar-dasar Prompting sederhana agar teman-teman siswa bisa mulai mengenal dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif mereka.

Antusiasme mereka sungguh di luar dugaan! Melihat bagaimana mereka fokus merangkai logika blok di Makecode dan tersenyum puas ketika melihat game buatan mereka sendiri berhasil dimainkan, benar-benar menjadi pengalaman emosional yang sangat berharga bagi saya pribadi.

Meskipun ini pengalaman pertama saya, proses komunikasi berjalan sangat lancar karena dibantu oleh para guru SLB yang sangat sabar dan berdedikasi. Berkat mereka, materi teknis yang rumit ini bisa tersampaikan dengan sangat baik ke bahasa isyarat.

Teknologi untuk Semua & Ucapan Terima Kasih
Bagi saya, acara ini bukan sekadar mengajarkan teknologi, tapi juga membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, teknologi benar-benar bisa menjangkau dan memberdayakan siapa saja tanpa terkecuali.

Pengalaman luar biasa ini tidak akan terjadi tanpa kerja keras banyak pihak. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk tim AGATE Academy, khususnya Kak Restya Winda Astari dan Kak Nadia Ukhti, atas kolaborasi dan pengalaman serunya—mulai dari perjalanan berangkat dari Bandung ke Bali, hingga kembali lagi ke Bandung. Kalian luar biasa!