id en
Microsoft Elevate: Membuka Cakrawala AI & Coding Bersama Guru se-Indonesia — dokumentasi kegiatan Endjiansyah
Kembali Mentoring

Microsoft Elevate: Membuka Cakrawala AI & Coding Bersama Guru se-Indonesia

Catatan perjalanan Endjiansyah bersama Alkademi dalam program Microsoft Elevate (November 2025 – September 2026), berkolaborasi dalam ruang belajar setara bersama para pendidik dari UMB Bandung, SMA Alfa Centauri, SMKN 1 Kaligondang, hingga pelosok Nusantara.

November 2025 – September 2026
EndjiansyahMicrosoft ElevateAlkademiParagonCorpWardah Inspiring TeacherWIT Gen 8Training of TrainersUMB BandungSMA Alfa CentauriSMKN 1 KaligondangPurbalinggaMinecraft EducationHour of CodeHour of AI

Menghadirkan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pemrograman ke ruang kelas tidak akan pernah terwujud tanpa memberdayakan garda terdepannya: para guru. Dalam rentang waktu November 2025 hingga September 2026, program Practical AI & Coding Skills for Educators di bawah payung Microsoft Elevate bersama Alkademi dan didukung oleh ParagonCorp hadir sebagai wadah belajar bersama yang mempertemukan ribuan pendidik dari Sabang sampai Merauke.

Di sini, tidak ada istilah “pengajar utama” atau hierarki instruktur. Kami memegang teguh prinsip bahwa semua pengajar dan pendidik berada di posisi yang setara. Ruang kelas—baik saat bertatap muka secara daring maupun luring—merupakan forum kolaboratif tempat kami saling berbagi pengalaman, menepis keraguan terhadap teknologi, dan bersama-sama merancang cara terbaik membawa logika komputasi ke dunia anak didik.


Kolaborasi Paragon: Wardah Inspiring Teacher Gen 8 & Training of Trainers (TOT)

Selain rangkaian lokakarya luring dan kelas reguler, inisiatif ini juga berkolaborasi erat dengan ParagonCorp melalui program unggulan Wardah Inspiring Teacher (WIT) Generasi 8. Kami mendapatkan amanah istimewa untuk mengisi materi pada Pertemuan 2 dan Pertemuan 3, membekali para guru terpilih se-Indonesia dengan literasi digital dan Computational Thinking.

Skala program WIT Gen 8 yang masif menuntut kehadiran banyak pengajar secara simultan di waktu yang sama, di mana para peserta dibagi ke dalam puluhan breakout rooms (seperti Room 13 dan ruang-ruang kelas paralel lainnya). Untuk memastikan kesiapan dan keselarasan penyampaian materi, saya mendapatkan kesempatan memfasilitasi sesi Training of Trainers (TOT) guna mempersiapkan sekitar 50 pemateri sebelum mereka bertugas memandu pertemuan.

Sesi daring Wardah Inspiring Teacher Gen 8 bersama para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia Tangkapan layar ruang kelas daring Wardah Inspiring Teacher Gen 8 di Microsoft Teams, memperlihatkan interaksi aktif para guru mendiskusikan konsep berpikir komputasional dan dekomposisi masalah.

Dinamika kelas daring ini menyajikan kehangatan yang luar biasa. Di kolom obrolan, kita dapat menyaksikan dedikasi para guru: dari yang dengan tulus meminta izin karena keterbatasan sinyal di pelosok desa, hingga antusiasme mereka saat berhasil memahami konsep dekomposisi masalah secara sistematis. TOT ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan memberdayakan ribuan guru berakar dari kesiapan dan keselarasan hati para pematerinya.


Pelatihan Daring dan Luring Berkelanjutan

Program ini dijalankan dalam berbagai batch rutin yang dirancang adaptif. Mengingat luasnya wilayah Nusantara dan perbedaan zona waktu (WIB, WITA, hingga WIT), pelatihan memadukan format daring intensif dengan lokakarya luring (offline workshops) serta sesi hybrid di berbagai institusi pendidikan mitra.

Pelatihan hybrid Microsoft Elevate bersama para guru di SMKN 1 Kaligondang Purbalingga Sesi pelatihan hybrid Microsoft Elevate di SMKN 1 Kaligondang, Purbalingga (16 Maret 2026), yang menghubungkan ruang kelas luring dengan sesi interaktif daring bersama pendidik di berbagai daerah.

Sesi demi sesi mengupas tuntas keterampilan abad ke-21 (21st Century Skills), Computational Thinking, hingga pengenalan logika pemrograman ramah pemula. Para guru diajak mengenal konsep melalui studi kasus berbasis permainan seperti Hour of Code (menggunakan Minecraft Education) serta memahami cara kerja etika dan klasifikasi data melalui Hour of AI: AI for Oceans.

Endjiansyah memfasilitasi modul Hour of AI AI for Oceans di hadapan para pendidik di SMA Alfa Centauri Bandung Endjiansyah saat memfasilitasi modul Hour of AI: AI for Oceans dalam sesi tatap muka bersama para guru di SMA Alfa Centauri, Bandung.

Endjiansyah mengajak para pendidik SMA Alfa Centauri Bandung bergabung ke portal kelas daring Elevate Alkademi Momen interaktif saat Endjiansyah memandu para guru di SMA Alfa Centauri Bandung terhubung ke ekosistem kelas daring portal Elevate Alkademi.


Dari Blok Visual Menuju Logika Teks

Salah satu tantangan umum yang sering dirasakan para guru non-IT adalah anggapan bahwa coding itu rumit dan penuh sintaks yang membingungkan. Melalui pendekatan andragogi yang bertahap, materi diperkenalkan melalui analogi sehari-hari—membandingkan Block Coding (visual berbasis susunan balok) dengan Text Coding (bahasa pemrograman teks).

Endjiansyah menguraikan perbandingan Block Coding dan Text Coding di Lab Komputer Universitas Muhammadiyah Bandung UMB Endjiansyah menjelaskan transisi logika dari visual block programming menuju text coding di Lab Komputer Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB).

Dengan visualisasi alur kontrol seperti perulangan (looping), kondisi (if-else), serta sensor arah, para pendidik menyadari bahwa esensi pemrograman bukanlah menghafal baris sintaks, melainkan melatih ketajaman nalar dan pemecahan masalah secara sistematis.


Momen Paling Berkesan: Mosaik Perspektif Nusantara

Bagi saya pribadi, kekayaan terbesar dari hampir setahun berjalannya program ini bukanlah semata-mata materi teknologi yang tersampaikan, melainkan lahirnya begitu banyak sudut pandang baru tentang teknologi dari masing-masing guru di berbagai pelosok Indonesia.

Setiap daerah membawa tantangan, kearifan lokal, dan cara pandang yang unik:

  • Bu Liliana Tangu dari Biak (Papua) memperlihatkan kegigihan luar biasa dalam membawa materi Minecraft Education kepada anak-anak di pulau terluar, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi setinggi langit.
  • Pak Nasir dari Ambon (Maluku) membagikan perspektif hangat tentang bagaimana logika pemrograman dapat diintegrasikan dengan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem maritim lokal.
  • Pak Raabiul Akbar dari Makassar (Sulawesi Selatan) membawa dinamika kelas yang hidup dengan ide-ide kreatif seputar pemanfaatan AI untuk mempercepat pembuatan media ajar kontekstual bagi siswa.
  • Bu Dewi dari Purbalingga (Jawa Tengah) bersama rekan-rekan pendidik di daerah menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyelaraskan kurikulum vokasi dengan teknologi masa depan.

Endjiansyah memfasilitasi workshop Hour of Code berbasis permainan di Universitas Muhammadiyah Bandung UMB Endjiansyah mendampingi para pendidik mengeksplorasi modul AI & Coding berbasis permainan di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB).

Perjalanan panjang dari November 2025 hingga September 2026 ini kian meneguhkan keyakinan saya: ketika teknologi diletakkan di tangan para pendidik yang berdedikasi tinggi, dampaknya akan berlipat ganda menyinari jutaan anak bangsa di seluruh pelosok Indonesia.