Mendapatkan kesempatan berharga untuk menjadi mentor di event Holiday Camp 2025, sebuah program liburan edukatif yang diselenggarakan oleh Agate Academy bersama Alkademi. Selama satu minggu penuh, dari 30 Juni hingga 4 Juli 2025, saya berkesempatan mendampingi dan mengenalkan dunia teknologi serta computational thinking kepada anak-anak usia SD dan SMP secara menyenangkan dan interaktif.
Lokasinya? Langsung di kantor Agate — salah satu game studio terkemuka di Indonesia. Sebuah privilege tersendiri bisa mengajar di tempat yang begitu lekat dengan dunia game yang sesungguhnya.
Endjiansyah saat mengajar dan membimbing peserta di sesi awal Holiday Camp 2025 — Agate Academy, Bandung.
Belajar Berpikir Seperti Programmer
Materi utama yang kami bawakan adalah Computational Thinking — cara berpikir sistematis dan logis layaknya seorang programmer. Tapi tentu saja, ini bukan kelas coding biasa. Kami menyesuaikan segalanya agar cocok untuk anak-anak: pendekatan yang ringan, visual, dan paling penting — menyenangkan.
Alat yang kami gunakan adalah MakeCode Arcade, platform game development berbasis blok yang memungkinkan peserta membangun game arcade sederhana mereka sendiri tanpa harus bergelut dengan sintaks kode yang rumit. Blok demi blok, mereka belajar memahami logika: karakter bergerak, ada rintangan, ada skor — semuanya dirakit sendiri oleh tangan-tangan kecil yang penuh semangat.
Endjiansyah saat membimbing peserta dalam merakit logika game menggunakan MakeCode Arcade.
Tantangan yang Paling Berharga
Satu hal yang benar-benar saya pelajari selama seminggu ini adalah betapa bervariasinya kecepatan belajar anak-anak.
Dalam satu kelas, ada peserta yang dalam hitungan menit sudah bisa memodifikasi karakter game mereka sendiri, sementara ada pula yang masih butuh pendampingan satu per satu untuk memahami alur logika yang paling dasar sekalipun. Tidak ada yang salah dari keduanya — ini adalah realita yang harus seorang mentor siap hadapi setiap hari.
Tantangan ini justru yang paling berharga. Saya belajar untuk lebih sabar, lebih adaptif, dan terus mencari cara penyampaian yang paling efektif untuk setiap individu. Karena pada akhirnya, tugas seorang mentor bukan hanya mengajarkan materi, tetapi memastikan setiap anak pulang dengan rasa percaya diri bahwa mereka bisa.
Belajar dari Mbak Nadia Ukhti
Di antara banyak pelajaran berharga yang saya bawa pulang dari Holiday Camp ini, ada satu yang paling membekas — dan itu datang bukan dari materi yang saya ajarkan, melainkan dari cara Mbak Nadia Ukhti dari tim Agate mendampingi para peserta.
Kesabaran dan keceriaannya dalam berinteraksi dengan anak-anak sungguh luar biasa. Di momen-momen ketika seorang peserta mulai frustrasi karena game-nya tidak berjalan sesuai ekspektasi, atau ketika konsentrasi mulai buyar di tengah sesi panjang, Mbak Nadia selalu hadir dengan energi positif yang mampu membalikkan suasana dalam sekejap. Caranya menjaga mood dan motivasi para peserta menjadi pengingat nyata bagi saya: teknik mengajar yang baik harus selalu diiringi koneksi emosional yang tulus.
Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipelajari dari buku manapun.
Final Day: Saat Karya Mereka Berbicara
Puncak dari seluruh rangkaian Holiday Camp adalah Final Day pada 4 Juli 2025. Hari di mana seluruh peserta mempresentasikan game hasil karya mereka sendiri di hadapan para orang tua dan wali.
Antusiasme para peserta anak-anak didampingi orang tua saat menyimak materi dan presentasi proyek game.
Momen ini benar-benar emosional. Melihat anak-anak yang beberapa hari sebelumnya masih bingung dengan konsep dasar sprite dan event, kini berdiri percaya diri menjelaskan bagaimana game mereka bekerja kepada orang tua mereka masing-masing — itu adalah kepuasan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Endjiansyah saat memberikan pemaparan serta mendampingi presentasi di hadapan para orang tua dan peserta.
Senyum bangga di wajah para orang tua, dan rasa antusias anak-anak saat mendemonstrasikan hasil kerja keras mereka, menjadi pemandangan yang akan saya ingat lama setelah Holiday Camp ini berakhir.
Foto bersama Endjiansyah, tim mentor, dan para peserta anak-anak dengan sertifikat kelulusan di Final Day Holiday Camp 2025 Agate Academy.
Penutup
Holiday Camp 2025 bukan sekadar agenda mengajar. Ini adalah pengalaman yang memperkaya perspektif saya tentang bagaimana teknologi bisa diperkenalkan kepada generasi muda dengan cara yang tepat dan bermakna.
Terima kasih kepada Agate Academy atas kepercayaan dan sambutan hangatnya, kepada Alkademi yang terus membuka pintu kolaborasi ini, serta kepada seluruh peserta Holiday Camp 2025 yang sudah menjadi pengajar terbaik bagi saya — bahwa semangat belajar tidak pernah mengenal batas usia.