Bulan suci Ramadhan selalu membawa atmosfer keberkahan yang berbeda bagi komunitas pegiat teknologi. Di tahun 2024, sebuah tradisi tahunan yang istimewa genap memasuki satu dekade penyelenggaraannya: Lailatul Coding X (10 Tahun Perjalanan Beramal dengan Karya).
Dalam perhelatan ke-10 ini, saya dipercaya menjadi salah satu mentor teknis untuk mendampingi para developer yang berkumpul semalam suntuk di bulan Ramadhan. Misi kami sederhana namun sarat makna: mencurahkan keahlian programming untuk membangun dan mendigitalisasi website bagi Rumah Ibadah, Rumah Ilmu (pondok pesantren), dan Rumah Asuh (panti asuhan) agar informasi mengenai mereka lebih mudah diakses oleh publik luas.
Event Lailatul Coding 2024 ini diselenggarakan secara serentak di 3 kota besar: Banda Aceh, Bandung, dan Tasikmalaya, dengan malam puncaknya yang berpusat di Markas Bandung pada 4 April 2024.
Menghidupkan Malam dengan Baris Kode Penuh Manfaat
Malam puncak Lailatul Coding bukan sekadar hackathon biasa. Tidak ada persaingan mengejar juara; yang ada hanyalah semangat gotong royong dan silaturahmi antar-developer dari berbagai latar belakang yang ingin menyumbangkan tenaganya untuk sesama.
Suasana hangat dan khidmat saat para peserta tekun membangun website hingga larut malam.
Duduk bersila beralaskan karpet merah khas suasana santai namun produktif, para developer mulai merancang arsitektur web, menyusun tampilan antarmuka, hingga mengelola integrasi konten untuk yayasan dan rumah ibadah yang membutuhkan kehadiran digital.
Mendampingi dan Mengawal Teknis Semalaman
Sebagai mentor, peran saya adalah memastikan setiap tim pengembang dapat mengatasi kendala teknis yang dihadapi sepanjang malam—mulai dari pemilihan struktur data, integrasi CMS/framework, hingga proses deployment agar website siap diakses secara online.
Endjiansyah saat memberikan pemaparan alur kerja dan arahan teknis kepada para peserta di panggung Markas Bandung.
Melihat antusiasme rekan-rekan developer yang tetap bersemangat menatap layar laptop hingga waktu sahur menjelang menghadirkan rasa kagum tersendiri. Di era di mana keahlian koding sering kali dinilai semata-mata secara materi, Lailatul Coding menjadi pengingat nyata bahwa teknologi adalah medium ibadah dan sarana beramal yang sangat berdaya guna.
Endjiansyah mendampingi sesi mentoring teknis sepanjang malam puncak Lailatul Coding X.
Sinergi Bersama Tim Mentor & Kolaborasi Komunitas
Kebersamaan malam itu semakin bermakna berkat kolaborasi erat antar-mentor dan panitia yang saling bahu-membahu mengawal jalannya acara hingga subuh.
Endjiansyah bersama rekan mentor saat mendampingi sesi evaluasi dan live review hasil karya website peserta.
Satu Dekade Menyambung Kebaikan
Puncak acara ditutup dengan momen sahur bersama dan foto kebersamaan seluruh peserta serta mentor di depan backdrop Markas Bandung.
Foto bersama seluruh peserta dan mentor Lailatul Coding X seusai menyelesaikan misi semalam suntuk di Markas Bandung.
Perjalanan 10 tahun Lailatul Coding membuktikan bahwa usaha kecil yang dilakukan bersama-sama secara konsisten mampu memberikan dampak yang berlipat ganda. Semoga setiap baris kode yang lahir dari malam penuh berkah ini menjadi jariyah yang terus mengalirkan manfaat bagi rumah-rumah ibadah, pondok pesantren, dan panti asuhan di seluruh Indonesia.